Minggu, 24 Januari 2016

the news story~

sore yang menggebu hari ini, ini berkisah tentang bunga yang lagi menggebu akan rasanya.

bunga yang tak sedang menunggu dan tak pernah menghiraukan kumbang manapun yang datang menghampirinya. kali ini berbeda. entah apa yang ada dibenak si bunga, dia terusik dengan kehadirannya kumbang ini. awalnya hanya seperti biasa tak ada niat untuk mendekat. karena satu hal, bunga sangat sadar dengan dirinya dan porsi seharusnya. 

tak ada yang pernah tahu penafsiran seperti apa sebenarnya rasa itu..
bunga hanya menjalani apa yang dirasakannya, tanpa perlu berbohong dan berdusta. apakah sebuah kesalahan atau tidak, toh biar semua ujungnya yang membawa kesana.
akan ada penentuan sikap dari semua ini, lanjut atau berpisah.

dalam hal percintaan bunga bukanlah orang yang hebat, dia hanya seorang gadis yang pemalu bila berbicara tentang cinta. tak terlalu meribetkan sesuatu hal tentang perasaan. karena dia tahu, bahwa dirinya akan sangat mencintai seseorang yang mampu membuatnya yakin. entah siapapun dia. begitulah sibunga. bukan karena dia sok jual mahal atau menginginkan kesempurnaan. tetapi yang diperlukannya hanya keyakinan.

hubungan yang dijalin bukan untuk sesaat, jika memang kumbang mengharapkan berbeda silahkan pergilah menjauh. sebelum ini semua terlalu jauh dan dalam. tak ada yang pernah mengikatmu untuk tetap berada dengan ku. bila kau masih menginginkan kebebasan itu. seperti bunga jelaskan tadi, dia berharap dengan hubungan yang mampu membawanya dengan kebahagian atas keyakinan itu.

cinta bunga belum terlalu, tetapi siapa yang kan tahu hari esok. mencinta dan dicinta adalah dua hal yang berbeda. bunga tahu dia sedang berada dalam keyakinan akan sikumbang. tetapi ada raut yang terkadang membuat bunga harus berharap lagi, karena tak ada yang pasti sampai maut kan datang. 

kumbang datang membawa kenyamanan dan kebahagian serta kejengkelan yang membuat bunga merasa nyaman dengannya. banyak hal yang ingin dibagi berdua. semoga ini bukan hanya sementara, tetapi berlanjut sampai akhirnya maut yang memisahkan.

pesan bunga, jika kumbang mencari wanita yang lebih cantik maka bukan diri bungalah orangnya. pergi dan carilah dia..
tapi bila kau mencari seorang teman, sahabat, musuh dan kekasih mu dalam berbagai hal maka datanglah. aku bersedia~

jangan pernah menyesal akan sesuatu jalan takdir yang pernah mempertemukan kita. besok jalan cerita mungkin bisa berbeda. tapi setidaknya kita bersedia memilih pilihan itu.



                                                                                                    untukmu,



                                                                                                    kumbangku.

Sabtu, 28 Maret 2015

Masih tertinggal atau hanya teringat ~

masih tertinggal atau hanya teringat.

Aku menghela nafas panjang, karena entah kenapa malam ini aku teringat akan masa itu.
bukan cerita membahagiakan sebenernya jika aku bercerita dan teringat tentang dirimu.
kamu yang sudah pasti lupa atau tidak akan pernah bercerita panjang lebar tentang kisah hidup di masa depan bersama.
Ada sedikit kesesakan yang ku rasa bila mengingatnya, seperti ini ternyata.. Oh pikirku ha ha ha
aku bukan sedang mencoba merayu atau berharap kembali didalam masa bersama itu, TIDAK. TIDAK SAMA SEKALI. Ibarat tebu yang habis manis sepah dibuang.
menyedihkan...
aku juga sudah tidak memiliki keinginan bersama, jadi tenanglah kamu. Lucu adalah ketika saat-saat seperti ini aku teringat akan semua itu. Kenapa ya bisa terjadi? wah kok bisa ya? sama seperti seorang anak kecil yang jelas-jelas sudah dilarang ibu nya untuk jangan main sepeda kebut-kebutan misalnya, tapi tetep aja dilakuin sampe akhirnya jatuh, kemudian si anak bilang, "kok gak aku denger ya kata mama tadi"
yaa... hampir sama sperti anak kecil yang menyadari pilihannya, untuk kemudian tersadar bahwa kemarin sudah berlalu dan aku salah dalam memilih. atau sebenarnya aku takud berangan positif tentang masa lalu itu.
Karena apa? karena kalau itu memanglah benar, pasti semua kan berlanjut indah.
aku merasa dulu, masa awal-awal kepahitan itu, aku takkan hidup. semuanya salah.
sebegitu menyakitnkan ternyata luka yang kamu beri kawan.
sampai sekarang pun ketika ku harus berjumpa bahkan bertatap dengan mu, sejujurnya ada rasa amarah yang maha dahsyat didalam sanubari ku.
malas rasanya, harus berpura-puratidak pernah terjadi sesuatu masalah yang menyakitkan pada masa lalu. karena sepertinya kamu tidak merasakan sakit itu.
Kamu begitu tenang dan bahagianya, sampai membuatku tak habis pikir.
tetapi malam ini, aku mencoba mengikhlaskan untuk semua yang telah terjadi dengan kita berdua.
aku juga merasa bahwa aku sudah baik-baik saja dan kembali ke masa diriku seperti semula lagi.
benar Tuhan menolongku, membenarkan cara ku yang kemarin kelewatan dalam menentukan pilihan.
salah langkah, mengikuti keinginan setan yang menyesatkan. tak perlu ada yang dipersalahkan, kalau pun ada mungkin memang benar aku orangnya. aku ynag bersalah.
Aku yang mengambil mu dari sahabat kita, yang jelas-jelas juga menyayangimu. kemudian kau yang pergi dengan teman baruku, yang ku harap pada awal ku jumpa bahwa dia adalah sahabat baruku .
seperti siang terik disambar petir rasanya saat itu, tapi lihat sekarang aku sudah ikhlas dengan semuanya. aku bahagia kita tak bersama.
Aku juga tidak menginginkan kamu mengulangi hal seperti itu kepada orang lain. cukuplah diriku.
kamu, sahabat lama ku yang sempat mati karena cinta buatan kita sendiri. selamat datang kembali aku menerima mu kembali sebagai temanku. itu saja..
karena aku yakin Tuhan Maha segalanya.
terima kasih karena telah menjadi inspirasi ku pada malam ini.
aku yang sudah bisa biasa terhadapmu. Tak lagi jijik akan mu dan diri ini.
Terima kasih kawan.

                                                                                  dari sahabat lamamu yang aneh.

Kamis, 05 Februari 2015

Deleng Sibuatan, 9 Mei 2014


Aku hanya ingin mempublish kegemaran kami dengan alam dan hidup.
Jumat ini adalah jumat yang luar biasa bagi kehidupanku, karena setelah sekian lama akhirnya ada waktu untukku kembali menikmati hdiup sesungguhnya. Yaitu karena aku bakalan mendatangi gunung Sibuatan, atau dalam bahasa Karo gunung itu adalah deleng.

Bermulai pada janji awal kami kumpul di kosan teman jam 9 pagi, tapi saat aku dan windi datang yang kami temui adalah kesepian yang hampir membuat kami, “ah indonesia-nya”. Kami pun melengkapi kebutuhan kami seperti obat – obatan dan sebagainya ya termasuk sarapan karena jujur pagi itu saya belum sarapan. Dengan sambil kami sibuk menghubungi mereka.
Akhirnya satu sudah datang, dan bilang kalau ini berangkat jadinya setelah shalat jumat, oke baiklah tapi kami pun menerimanya. Dari pada dikos itu diam saja gak karuan lebih baik aku dan windi minjam motor sama bambang demi kembali ke kosan dulu untuk istirahat, pokoknya yang ada dipikiran saat itu udah mulai jengah dan malas pergi. Akhirnya jam setengah dua selesai shalat jumat bang Pesal mengirim kami pesan singkat untuk segera ke kosan Naldi, tempat dimana kami kumpul.
Setibanya disana, ya seperti perkiraan awal juga hanya ada kami berdua ditambah bang Pesal saja. Hampir sejam lebih kami menunggu Icip dan Imam datang dan cukup membuat kami geram. Setelah itu kami bergegas ke terminal bus yang bakalan ngebawa kami ke Sidikalang. Kami berempat, aku, Windi, Icip dan bang Pesal naik angkot sedangkan Imam dibonceng naldi sampai terminal y dengan membawa tas keril penuh bawaan pastinya.

Setiba dilokasi terminal, gak lama kemudian datang satu rombongan lagi anak TI yang memang udahjanjian dengan kami dan termasuk alumni kami, bang Andre. Saat itu kesan pertama melihat mereka adalah takud. Ya pastinya kembali nanya sama diri, “gila beneran nih? Kami cewek cuma dua dengan dikelilngi para pria-pria yang notabene nya kami juga gak terlalu kenal dan akrab terlebih anak TI. Kami pun berusaha mengakrabkan diri, ya nilai plusnya adalah mungkin hanya aku yang berpenampilan wajarnya seorang wanita, karena Windi temanku itu seperti apa adanya dirinya dengan tampilan selengeannya dan menambah aksen ketomboyannya lah ya. Aku sempat merasa sok kecakepan juga pada moment-moment itu.

Sampai pada akhirnya kami nemu bus dan kami pun berangkat dengan skema: Pak supir, bang Evan (alumni TI), Anto(TI), lanjut dibangku pertama setelah supir ada abang-abang yang kebetulan nyisip dengan kami*hehehe, Faris (anak TI),Ical(temennya Dolly), Rezky(TI), lanjut kebelakang ada aku, Windi, bang Andre, dan Dolly (TI), dan yang paling belakang ada Imam(temen Icip), bang Pesal, Mirzha dan Icip. Nah itulah tadi manusia-manusia yang ada didalam bus yang kami tumpangi menuju Sidikalang dengan segala luapan semangat. Xoxo!!!
Kira-kira saat itu adalah pukul 17.00 WIB kami berangkat dari Medan menuju Sibuatan. Dengan mengucapkan bismillah, iya didalam hati. Kami pun berangkat, ya walaupun aku begitu lumayan agak takud dan canggung ya. Diperjalanan pun aku ya seperti biasa agak tertidur tapi entah kenapa pada saat kami baru seperempat perjalanan tepatnya masih pun belum nyampek penatapan brastagi terjadi kemacetan yang luar biasa yang membuat begitu panjangnya antrian. Kalau tidak salah ingat saat itu terjadi longsor, karena jujur saja jalanan kesana adalah berbukit jadi tanahnya adalah tanah yang lumayan gampang buat longsor. Belum lagi ditambah dengan banyaknya orang kita yang uda jelas-jelas jalanan ini begitu sempit tapi tetap nekat buat nerobos antrian dari jalan yang harusnya bersebrngan itu yang mengakibatkan semakin macetnya jalan dong. Orang –orang pun semakin memanas palagi didalam bus yang sempit dan sesak. Ohya bus yang ke Sibuatan notabene adalah bus-bus yang kecil. Karena sesak dan panas, sebagian dari kamipun berinisiatif keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.
 Akupun dan windi juga mulai jengah dan kepanasan didalam, jadi kami putuskan untuk keluar mengikuti langkah mereka haha. Eh ya pas keluar si Faris uda sibuk aja dengan tongsisnya dan mulai mengeluarkan jurusnya untuk berpose. Ya karena kami juga adalah wanita yang ngeksis kami pun ikutan hahaha. 


Gak disangka ternyata macet luar biasa panjang dan cukup menyita waktu kami, padahal berharapnya kami uda nyampe di kaki gunung jam Sembilan malam tapi yang terjadi sudah jam setengah tujuh dan kami pun masih terjebak macet. Huhu. Setelah hampir dua jam kami menunggu lama akibat macet, akhirnya bus yang kami tumpangi pun akhirnya bias berjalan dengan lumayan lamban dikarenakan akibat macet yang panjang dan antri. Sampai akhirnya kemacetan sudah mulai membaik dan pak suir pun mulai menambah kecepatannya karena siapapun yang terjebak dalam kemacetan pasti sangatlah penat.
Kami semua hampir smuanya tertidur pulas didalam perjalanan, dan pas pukul 22.00 WIB bias dibayangkan apa yang terjadi dengan perut kan? Yup benar, kami kelaparan. Dan untunglah kami singgah sebntar dirumah makan yang dengan memberanikan diri bahwa mereka muslim. Karena sudah mulai larut dan juga aku belum shalat, akupun memberanikan diri untuk numpang shalat dan benar bahwa mereka adalah muslim.
Untungnya windi bawa bekal makanan yang memang sudah dibilangnya, bawaan umi kesayangan windi hehe. Sudah selesai dan juga mulai kembali cerah rasanya dunia ini kami dan pak supir pun mulai melanjutkan perjalanan. Dan sampailah kami tepat pukul sebelas lewat di Desa tersebut. Seturunnya kami dari bus, kami diterima oleh harumnya bau tanah basah yang siapapun bias tahu kalau disini habis hujan yang cukup lebat sepertinya.hmmm hawa dingin sudah mulai terhirup. Dan untuk mempercepat langkah jadi beberapa anak cowok mengambil bagian untuk menjumpai kades setempat untuk meminta ijin kalau kami ingin melakukan hiking di gunung sibuatan. Ya ini sangat diperlukan, kenapa? Jawabannya adalah karena yang kita datangi adalah hal yang baru jadi kita harus ijin dan itu adalah alam atau dimanapun kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Jadi selalulah bawa pengenal kita dengan niat yang bagus. Bismillah lagi, iya didalem hati eh tapi sambil diomongin juga kok.
Sesaat di bus tadi sebenarnya ada yang paling menggangu yaitu saat kita kebelet pipis, dan setelah nyampek yang kami lakukan adalah menumpang. Hehehe. Tapi berhubung tempat tujuan kami mayoritas adalah Kristen jadi kami pu menupang disana, opung itu sangatlah baik dan ramah. Kalau dilihat dari kondisi rumahnya, ya kasihan sekali mereka yang sudah tua masih bias hidup mandiri. Setelah selesai kami pun berterima kasih, disini adalah sisi yang paling ku sukai bahwa perbedaan suku agama dan ras bias tertepiskan. Padahal jelas aku sedang memakai hijab yang sebenarnya adalah identitasku bahwa aku adalah seorang muslim.
Setelah segalanya beres kami pun memulai perjalanan dari desa menuju pintu rimba deleng sibuatan. Yang diperkirakan hampir sejam waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan tersebut. Bisa dibayangkan bahwa kami berjalan tepat tengah malam dengan penerangan yang seadanya dan kondisi jalan yang becek. Kami pun berjalan dengan semangat tapi juga hati-hati. Disepanjang perjalanan dengan bantuan senter juga cahaya dilangit yang juga turut membantu kami, bisa kami merasakan udara yang begitu segarnya. Dan bau sayur mayor dikanan kiri kami, namun karena hari sudah larut kami Cuma bisa menebak-nebak saja, apa yang sebenarnya ada dikanan dan kiri kami.
Ternyata malam itu bukan hanya kami yang ingin ke deleng sibuatan, karena saat menuju pintu rimba kami juga berjumpa dengan anak alam yang lain, namun bedanya mereka naik motor sedangkan kami mengandalkan kaki kami. Hahaa. Berhubung sibuatan merupakan gunung pertama kami jadi kami cukup kebingungan untuk menentukan jalan dan untungnya kami sempat bertemu....
to be continue... 

Kenangan itu...

itu...
setiap larutnya malam, setiap waktu yang semakin menghimpit.
dipenghujung malam yang meringkik.
seperti malam yang mulai sesak dengan gelap dan ingin segera menemui sang fajar.
semua tampak biasa saja saat kejadian itu beriringan bersama
semuanya tampak sederhana seperti takkan pernah membekas sedikitpun
berjalan saja.
mengalir seperti air katanya,

kenangan..
lambat laun semua kejadian tertutup oleh cerita baru
ntah itu benar-benar baru
atau hanya subjek yang berganti
entahlah semuanya kita tahu
sedikit demi sedikit kejadian apapun itu
iya sisederhana itu mulai terlupakan..
mungkin akan hilang bak debu yang tertiup angin

kenangan itu..
ntah apa yang sedang merasuki raga setiap insan dimalam hari
tapi seperti ada sugesti untuk sekedar mengingat
kenangan
ya sebuah kejadian atau bahkan cerita yang teranggap sangat biasa dan bukanlah apa-apa
tetapi saat ini, malam ini semuanya seperti ingin kembali menyatu
menyatu dalam ruang dan hening yang sama
kembali bersuka cita dalam kesederhanaan
karena kan percaya tiba suatu masa kita kan kembali merindu

kenangan itu
                           

                                                                                             untuk semua yang ada diskenario hidupku
                                                        

                                                                                              terima kasih,
                                                                                              AHR