Sabtu, 28 Maret 2015

Masih tertinggal atau hanya teringat ~

masih tertinggal atau hanya teringat.

Aku menghela nafas panjang, karena entah kenapa malam ini aku teringat akan masa itu.
bukan cerita membahagiakan sebenernya jika aku bercerita dan teringat tentang dirimu.
kamu yang sudah pasti lupa atau tidak akan pernah bercerita panjang lebar tentang kisah hidup di masa depan bersama.
Ada sedikit kesesakan yang ku rasa bila mengingatnya, seperti ini ternyata.. Oh pikirku ha ha ha
aku bukan sedang mencoba merayu atau berharap kembali didalam masa bersama itu, TIDAK. TIDAK SAMA SEKALI. Ibarat tebu yang habis manis sepah dibuang.
menyedihkan...
aku juga sudah tidak memiliki keinginan bersama, jadi tenanglah kamu. Lucu adalah ketika saat-saat seperti ini aku teringat akan semua itu. Kenapa ya bisa terjadi? wah kok bisa ya? sama seperti seorang anak kecil yang jelas-jelas sudah dilarang ibu nya untuk jangan main sepeda kebut-kebutan misalnya, tapi tetep aja dilakuin sampe akhirnya jatuh, kemudian si anak bilang, "kok gak aku denger ya kata mama tadi"
yaa... hampir sama sperti anak kecil yang menyadari pilihannya, untuk kemudian tersadar bahwa kemarin sudah berlalu dan aku salah dalam memilih. atau sebenarnya aku takud berangan positif tentang masa lalu itu.
Karena apa? karena kalau itu memanglah benar, pasti semua kan berlanjut indah.
aku merasa dulu, masa awal-awal kepahitan itu, aku takkan hidup. semuanya salah.
sebegitu menyakitnkan ternyata luka yang kamu beri kawan.
sampai sekarang pun ketika ku harus berjumpa bahkan bertatap dengan mu, sejujurnya ada rasa amarah yang maha dahsyat didalam sanubari ku.
malas rasanya, harus berpura-puratidak pernah terjadi sesuatu masalah yang menyakitkan pada masa lalu. karena sepertinya kamu tidak merasakan sakit itu.
Kamu begitu tenang dan bahagianya, sampai membuatku tak habis pikir.
tetapi malam ini, aku mencoba mengikhlaskan untuk semua yang telah terjadi dengan kita berdua.
aku juga merasa bahwa aku sudah baik-baik saja dan kembali ke masa diriku seperti semula lagi.
benar Tuhan menolongku, membenarkan cara ku yang kemarin kelewatan dalam menentukan pilihan.
salah langkah, mengikuti keinginan setan yang menyesatkan. tak perlu ada yang dipersalahkan, kalau pun ada mungkin memang benar aku orangnya. aku ynag bersalah.
Aku yang mengambil mu dari sahabat kita, yang jelas-jelas juga menyayangimu. kemudian kau yang pergi dengan teman baruku, yang ku harap pada awal ku jumpa bahwa dia adalah sahabat baruku .
seperti siang terik disambar petir rasanya saat itu, tapi lihat sekarang aku sudah ikhlas dengan semuanya. aku bahagia kita tak bersama.
Aku juga tidak menginginkan kamu mengulangi hal seperti itu kepada orang lain. cukuplah diriku.
kamu, sahabat lama ku yang sempat mati karena cinta buatan kita sendiri. selamat datang kembali aku menerima mu kembali sebagai temanku. itu saja..
karena aku yakin Tuhan Maha segalanya.
terima kasih karena telah menjadi inspirasi ku pada malam ini.
aku yang sudah bisa biasa terhadapmu. Tak lagi jijik akan mu dan diri ini.
Terima kasih kawan.

                                                                                  dari sahabat lamamu yang aneh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar